Rabu, 02 Februari 2011


Penggunaan Looping (perulangan)

NAMA: M Hasbi Sadam A
NIM : sir200922
BAHASA RAKITAN

Looping adalah proses berulang-ulang. Pada proses perulangan dengan perintah LOOP, disini register CX memegang satu peranan yang khusus dimana register ini dijadikan counter/penghitung terhadap banyaknya looping yang boleh terjadi.

gampangnya pada perintah looping itu, register cx akan dikurangi terlebih dahulu, kemudian akan dilihat apakah register cx sudah bernilai 0. Proses looping akan berhenti apabila register cx sudah bernilai 0.

1. Looping berurutan dan simbol
seperti biasa tuliskan source dibawah ini pada notepad.

bila program tersebut dijalankan maka outputnya adalah "abcdefghij dan simbol-simbol"

2. Looping berurutan

bila program tersebut dijalankan maka outputnya adalah "abcdefghijklmnopqrstuvwxyz"


3. Looping berurutan terbalik

klo yang ini outputnya "zyxwvutsrqponmlkjihgfedcba"

4. Looping berurutan bolak-balik


kalau programnya dijalankan outputnya adalah "abcdefghijklmnopqrstuvwxyyxwvutsrqponmlkjihgfedcba"


5. Looping melompati 1 karakter


output dari program di atas adalah "bdfhjlnprtvxz"

keterangan:
mov dl, ; dl=karakter
mov cx, ; banyaknya perulangan
inc dl ; tambah dl dengan 1
loop ulang ;lompat ke ulang

semoga bermanfaat..


»»  READMORE... : both;'/>

Mencetak Karakter dengan Assembly

NAMA: M Hasbi Sadam A
NIM : sir200922
BAHASA RAKITAN

HALLO SEMUA!!!
Postingan ini adalah praktikum pertama dalam kuliah pemrograman bahasa rakitan. Sesuai judulnya kali ini kita akan mencetak sebuah karakter pada program assembly.

mau tau caranya?

Pertama-tama kamu sudah harus ketikan program compiler nya, lalu tuliskan source seperti dibawah ini pada notepad:



kemudian save dengan ekstensi .asm


selanjutnya bukalah commont prompt lalu kita masuk pada folder compiler yang sudah kita miliki (ga usah di jelaskan,pasti sudah pada tau)
Kemudian kita harus mengcompile file .asm tersebut menjadi file .obj

Caranya ketikan: tasm (spasi) (nama file)
Contoh: tasm coba.asm
lalu tekan enter, maka dengan sendirinya file tersebut tercompile menjadi file object


Seperti pada postingan sebelumnya "file .obj tidak dapat kita eksekusi langsung namun harus kita rubah lagi menjadi file .exe atau .com"

caranya ketikan:
tlink/t (spasi) (nama file) "untuk menghasilkan file .com"
tlink (spasi) (nama file) "untuk menghasilkan file. exe"
Contoh: tlink/t coba.obj

Setelah file tersebut berhasil kita rubah menjadi .com maka kita bisa mengeksekusinya!



dari gambar di atas dapat kita lihat
Output dari source di atas adalah "a"
apabila program yang kita jalankan error,maka proses pun tidak akan menghasilkan apa-apa. dan kesalahan dalam program yang kita jalan dapat kita ketahui,karena ERROR MASSAGE akan menunjukkan dimana letak kesalahannya.
ket:
mov ah,02h ; nilai servis untuk mencetak karakter
mov dl,'a' ; karakter ASCII yang akan di cetak
int 21h ; Cetak karakter !
int 20h ; selesai!!!
»»  READMORE... : both;'/>

Memulai Assembly


Untuk menuliskan Source file program assembly kita bisa menggunakan berbagai program text editor.
dalam assembly kali ini kita akan menggunakan program bawaan dari windows yaitu NOTEPAD.

Setelah kita tuliskan Source file, maka kita harus menyimpannya dengan ekstensi .asm
contoh: coba.asm

Source file yang tadi kita buat tentunya tidak bisa langsung kita jalankan pada sebuah sistem komputer, maka terlebih dahulu kita harus compile file yang tadi kita buat menjadi file .OBJ (object) kemudian dari file object tersebut kita rubah kembali menjadi file (.COM) agar file tersebut bisa langsung di eksekusi

ini adalah halaman awal ketika kita membuka program cmd:
»»  READMORE... : both;'/>

Assembly adalah bahasa pemrograman komputer. Bahasa rakitan adalah skrip untuk bahasa mesin yang bisa dibaca oleh manusia dan berbeda-beda tergantung dari arsitektur komputer yang digunakan. Bahasa mesin adalah pola bit-bit (serangkaian nomer-nomer biner) tertentu yang merupakan kode operasi mesin.

Berbeda dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi, bahasa rakitan biasanya mempunyai hubungan 1-1 dengan instruksi bahasa mesin. Misalnya, tiap julukan yang ditulis di program dengan bahasa rakitan akan diterjemahkan menjadi tepat satu kode operasi yang dapat dimengerti langsung oleh komputer. Pada bahasa tingkat tinggi, satu perintah dapat diterjemahkan menjadi beberapa kode operasi dalam bahasa mesin. Proses pengubahan bahasa rakitan ke bahasa mesin dilakukan oleh assembler, dan proses baliknya dilakukan oleh disassembler.

Walaupun bahasa tingkat tinggi terus berkembang dengan segala fasilitas dan kemudahannya, peranan bahasa pemrograman tingkat rendah tetap tidak dapat digantikan. Bahasa assembly mempunyai keunggulan yang tidak mungkin di ikuti oleh bahasa pemrograman tingkat apapun dalam hal kecepatan, ukuran file yang kecil serta kemudahan dalam manipulasi system komputer.
»»  READMORE... : both;'/>